HATI-HATI DALAM BERUCAP
Dalam sebuah desa, terkenal seorang tetangga yang suka menggosipkan seseorang. Hingga pada suatu hari, ada seorang pemuda yang datang tinggal di desa untuk mencari nafkah.
Alangkah kejamnya seorang tetangga ini, dia telah menggosipkan pemuda ini dengan berita miring. Hal terkecil pun dibicarakan secara tak etis kepada seluruh warga desa. Akibat dari perbuatan seorang tetangga, pemuda ini pun diusir oleh seluruh warga desa. Dengan berat hati dan sedih sang pemuda meninggalkan desa.
Lima tahun berlalu sejak pemuda itu meninggalkan desa, datanglah seorang “bijak”. Seorang bijak ini ingin berkunjung ke rumah seorang tetangga. Seorang tetangga menerima dengan mempersilahkan duduk sambil bercerita tentang seorang pemuda yang diusir dari desanya. Seorang bijakpun berkata, “betulkah dia diusir oleh semua warga karena dia seperti yang diceritakan oleh kamu? Tahukah kamu bahwa pemuda desa itu adalah orang baik-baik? Dia datang ke desa ini ingin mengadu nasib setelah kepergian istri dan anak-anaknya akibat perampokan yang menimpa pada dirinya. Apakah kamu tidak bertanya, menegur sapa kepadanya?”
Seorang tetangga inipun sontak kaget bahwa dirinya telah memfitnah seorang pemuda tak bersalah. Sang bijakpun menyuruh mengambil segumpal bulu-bulu ayam lalu ditebarkan dan dikumpulkan kembali kepada seorang tetangga.
Seorang tetangga melaksanakan perintah sang bijak ini, dia mengambil segumpal bulu ayam dalam genggaman tangannya dan ditebarkan namun, dalam usaha mengumpulkan bulu ayam tersebut tidak berhasil karena tertiup dan terbawa oleh angin. Sang bijakpun menegur halus kepada seorang tetangga, “bulu ayam itu adalah masyarakat dan kamu adalah berita. Ketika kamu menebarkan bulu-bulu ayam, itulah berita yang kamu sebarkan. Ketika kamu ingin menarik kembali semuanya, semua telah terbawa oleh angin. Hal yang sudah terucap tidak bisa ditarik kembali entah baik dan buruknya dan masyarakat mempercayai hal pertama kali yang telah didengar dari seseorang yang memberitakan kabar tersebut.”
Tidak sulit untuk menyebarkan sebuah rumor, sekali terlempar, susah untuk ditarik kembali untuk diperbaiki.









