Sakuranez

Try something new in my life...

Januari 31, 2012

HATI-HATI DALAM BERUCAP

HATI-HATI DALAM BERUCAP

Dalam sebuah desa, terkenal seorang tetangga yang suka menggosipkan seseorang. Hingga pada suatu hari, ada seorang pemuda yang datang tinggal di desa untuk mencari nafkah.

Alangkah kejamnya seorang tetangga ini, dia telah menggosipkan pemuda ini dengan berita miring. Hal terkecil pun dibicarakan secara tak etis kepada seluruh warga desa. Akibat dari perbuatan seorang tetangga, pemuda ini pun diusir oleh seluruh warga desa. Dengan berat hati dan sedih sang pemuda meninggalkan desa.

Lima tahun  berlalu sejak pemuda itu meninggalkan desa, datanglah seorang “bijak”. Seorang bijak ini ingin berkunjung ke rumah seorang tetangga. Seorang tetangga menerima dengan mempersilahkan duduk sambil bercerita tentang seorang pemuda yang diusir dari desanya. Seorang bijakpun berkata, “betulkah dia diusir oleh semua warga karena dia seperti yang diceritakan oleh kamu? Tahukah kamu bahwa pemuda desa itu adalah orang baik-baik? Dia datang ke desa ini ingin mengadu nasib setelah kepergian istri dan anak-anaknya akibat perampokan yang menimpa pada dirinya. Apakah kamu tidak bertanya, menegur sapa kepadanya?”

Seorang tetangga inipun sontak kaget bahwa dirinya telah memfitnah seorang pemuda tak bersalah. Sang bijakpun menyuruh mengambil segumpal bulu-bulu ayam lalu ditebarkan dan dikumpulkan kembali kepada seorang tetangga.

Seorang tetangga melaksanakan perintah sang bijak ini, dia mengambil segumpal bulu ayam dalam genggaman tangannya dan ditebarkan namun, dalam usaha mengumpulkan bulu ayam tersebut tidak berhasil karena tertiup dan terbawa oleh angin. Sang bijakpun menegur halus kepada seorang tetangga, “bulu ayam itu adalah masyarakat dan kamu adalah berita. Ketika kamu menebarkan bulu-bulu ayam, itulah berita yang kamu sebarkan. Ketika kamu ingin menarik kembali semuanya, semua telah terbawa oleh angin. Hal yang sudah terucap tidak bisa ditarik kembali entah baik dan buruknya dan  masyarakat mempercayai hal pertama kali yang telah didengar dari seseorang yang memberitakan kabar tersebut.”

Tidak sulit untuk menyebarkan sebuah rumor, sekali terlempar, susah untuk ditarik kembali untuk diperbaiki.

H O P E

Kata harapan di dalam bahasa Inggris adalah
H-O-P-E: Holding On,, Praying Expectanly,
Yang berarti, tetap bertahan dan berdoa dengan penuh harap.

Jika ada seseorang yang punya hak untuk berkecil hati, orang itu adalah Nuh.
Apakah anda tahu berapa lama waktu yang diperlukan Nuh untuk membangun bahtera? 120 tahun.

Dapatkah anda menjalani 120 tahun untuk merealisasikan sebuah tujuan, tanpa ada orang lain di sekitar anda yang memberikan komentar negatif? Bahkan, dapatkah anda menjalani 120 tahun tanpa ada seseorang yang mengejek dengan kasar dan berkata kepada anda, “Orang itu gila. Dia piker dia mendengar dari Tuhan.”

Nuh mempercayai Tuhan. Dan pada saat dia mendengar Firman Tuhan mengenai masa depan bumi, Nuh percaya pada Tuhan meskipun saat itu sama sekali tidak ada tanda-tanda akan terjadi air bah. Pasti ada saat-saat dimana Nuh merasa tidak ingin bekerja membangun bahtera, namun selama 43.800 hari, dia tetap pergi ke tempat yang sama dan bekerja. Dia tidak pernah menyerah.

Perhatikan, bahwa apa yang anda lakukan di masa pertengahan dalam hidup anda memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap akhirnya.

Jangan menyerah terhadap impian anda.

Jangan menyerah terhadap pekerjaan anda.

Jangan menyerah terhadap kesehatan anda.

Jangan menyerah terhadap kehidupan anda.

Jangan, jangan menyerah.
Tuhan sedang memegang kendali dan anda belum membaca bab terakhir dari hidup anda.


Dr. Wan sekeluarga tinggal di Eropa, pertama kali mereka hendak ke Jerman.
Dengan mengendarai mobil tanpa henti siang malam, butuh waktu 3 hari sampai sana. Dirinya, istrinya, dan anak perempuannya berumur 3 tahun dalam mobil itu.

“Mau kemana kita papa?”

“Ke rumah paman di Jerman.”

“Papa pernah ke sana?”

“Belum”

“Papa tau jalan ke sana?”

“Mungkin, kita dapat lihat peta.”

“Papa tau cara baca peta?”

“Ya, kita akan sampai dengan aman.”

“Dimana kita makan kalau lapar nanti?”

“Kita makan di resto pinggir jalan.”

“Papa tau ada resto pinggir jalan?”

“Ya, ada.”

“Papa tau dimana?”

“Tidak, tapi kita akan menemukannya.”

Dialog yang sama berlangsung beberapa kali pada malam pertama dan kedua, tapi pada malam ketiga anak ini diam.

Dr. Wan pikir dia tertidur, ternyata dia masih bangun dan melihat sekeliling dengan tenang.
Dr. Wan curiga dan coba Tanya lagi anaknya.

“Sayang kamu tau kita pergi kemana?”

“Jerman, ke rumah paman.”

“Kamu tau bagaimana kita sampai di sana?”

“Tidak”

“Trus kenapa gak tanya-tanya lagi?”

“Karena papa sedang mengemudi.”

Jawaban dari anak kecil 3 tahun ini menjadi kekuatan Dr. Wan selama bertahun-tahun, saat dia mempunyai pertanyaan dan ketakutan dalam perjalanan hidupnya bersama Tuhan.

Anda mungkin tau tujuan hidupmu seperti anak kecil itu, tapi anda tak tau jalan ke sana, anda tak dapat baca peta, anda tak tau apa akan menemukan restoran sepanjang perjalanan?
Tapi gadis kecil ini tahu hal yang terpenting: Papa sedang mengemudi dan dia aman.

Apa sikap dan respon anda sebagai penumpang?

Anda mungkin telah menanyakan begitu banyak pertanyaan sebelumnya, tapi anda dapat belajar jadi anak kecil itu,

Yaitu fokus terpenting:
GOD is driving your life and you will be saved, don’t worry!!
Kita pasti sampai ke tujuan J


Seorang bocah laki-laki masuk ke sebuah toko. Ia mengambil peti minuman dan mendorongnya ke dekat pesawat telepon koin. Lalu, ia naik ke atasnya sehingga ia bisa menekan tombol angka di telepon dengan leluasa. Ditekannya tujuh digit angka. Si pemilik toko mengamati tingkah bocah ini dan menguping percakapan teleponnya.

Bocah            : Ibu, bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput di halaman ibu?

Ibu (di ujung telepon sebelah sana) : Saya sudah punya orang untuk mengerjakannya.

Bocah            : Ibu bisa bayar saya setengah upah dari orang itu.

Ibu                  : saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu.

Bocah            (dengan sedikit memaksa) : Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar ibu dan saya jamin di hari minggu halaman rumah ibu akan jadi yang tercantik di antara rumah-rumah yang berada di kompleks perumahan ibu.

Ibu                  : Tidak terima kasih.

Dengan senyuman di wajahnya, bocah itu menaruh kembali gagang telepon. Si pemilik toko yang sedari tadi mendengarkan, menghampiri bocah itu.

Pemilik toko : Nak, aku suka sikapmu, semangat positifmu, dan aku ingin menawarkanmu pekerjaan.

Bocah            : Tidak. Terima kasih.

Pemilik toko  : Tapi tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan.

Bocah            : Oh itu, Pak. Saya cuma mau mengecek apa kerjaan saya sudah bagus. Sayalah yang bekerja untuk ibu tadi.

Seperti anak kecil ini, sebaiknyalah kita mengevaluasi tentang apa yang kita kerjakan di tahun 2011 untuk memastikan kualitas yang lebih baik di tahun 2012.

Ingatlah…
“WAKTU seperti sungai, kamu tidak bisa menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya, karena air yang telah mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah KEMBALI.”

Untuk itu,
Buatlah hidupmu lebih BERARTI di tahun 2012.


Semua petinju professional memiliki pelatih. Bahkan petinju sehebat Mhd. Ali sekalipun juga memiliki pelatih. Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding, jelas Mhd. Ali lah yang akan memenangkan pertandingan tersebut.

Mungkin kita bertanya, mengapa Mhd. Ali butuh pelatih kalau jelas-jelas dia lebih hebat dari pelatihnya?

Kita harus tahu bahwa Mhd. Ali butuh pelatih karena pelatihnya lebih hebat, namun karena dia butuh seseorang untuk melihat hal-hal yang TIDAK DAPAT dia LIHAT SENDIRI.

Hal yang tidak dapat dilihat dengan mata sendiri, itulah yang disebut dengan BLIND SPOT: TITIK BUTA. Kita hanya bisa melihat BLIND SPOT tersebut dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh pemimpin untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus mengingatkan kita seandainya prioritas hidup mulai bergeser.

Kita butuh orang lain menasehati, mengingatkan, bahkan menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yang keliru, yang tidak disadari.

KERENDAHAN HATI untuk menerima kritikan, nasehat dan teguran itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia sempurna. Biarkan orang lain menjadi “MATA” di area BLIND SPOT sehingga kita bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat dengan pandangan diri sendiri


BUKAN..
Karena hari ini INDAH kita BAHAGIA.. tapi karena kita BAHAGIA hari ini menjadi INDAH.

BUKAN..
Karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS.. tapi karena kita OPTIMIS, RINTANGAN menjadi tak terasa.

BUKAN..
Karena semua BAIK kita TERSENYUM.. tapi karena kitaTERSENYUM maka semua menjadi BAIK.

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.

BILA..
Kita tidak dapat menjadi jalan besar.. cukuplah menjadi jalan setapak yang dapat dilalui orang.

BILA..
Kita tidak dapat menjadi matahari.. cukuplah menjadi lilin yang dapat menerangi sekitar kita.

BILA..
Kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang.. cukuplah berdoa supaya ia selalu diberkahi dan dilindungi Allah.


Suatu ketika istri John Maxwell, pembicara motivator top, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan.

Maxwell, sang suami duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan dan tiba sesi Tanya jawab.

Setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya. “Miss Margaret, apakah suami anda membuat anda bahagia?” Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus. Margaret tanpak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab, “Tidak.”

Seluruh ruangan terkejut. “Tidak,” katanya sekali lagi.

“John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia.” Seisi ruangan langsung menoleh kearah Maxwell. Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya ingin cepat-cepat keluar.
Kemudian lanjut Margaret, “John Maxwell adalah suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap tidak bisa membuatku bahagia.”

Tiba-tiba ada suara bertanya, “Mengapa?”
Jawabnya, “tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri.”

Margaret mengatakan, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia.
Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri.
Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri.
Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.

Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, seberapa cantik istrimu, atau sesukses apa hidupmu,
Bahagia adalah PILIHANmu sendiri.


Seorang dokter sedang bergegas masuk ke dalam ruang operasi. Ayah dari anak yang akan dioperasi menghampirinya “kenapa lama sekali anda sampai ke sini? Apa anda tidak tahu, nyawa anak saya terancam jika tidak segera dioperasi?” labrak si ayah..
Dokter itu tersenyum..

“Maaf, saya sedang tidak di Rumah Sakit tadi, tapi saya secepatnya ke sini setelah ditelepon oleh pihak Rumah Sakit.”

Kemudian ia menuju ruang operasi. Setelah beberapa jam ia keluar dengan senyuman di wajahnya. “Syukurlah keadaan anak anda kini stabil” tanpa menunggu jawaban sang ayah, dokter berkata “suster akan membantu anda jika ada yang ingin anda tanyakan.” Dokter tersebut berlalu.

“Kenapa dokter itu angkuh sekali? Dia kan sepatutnya memberikan penjelasan mengenai keadaan anak saya!!” Sang ayah berkata pada suster.

Sambil meneteskan airmata suster menjawab: “Anak dokter itu meninggal dunia dalam kecelakaan kemarin sore, ia sedang menguburkan anaknya saat kami meneleponnya untuk melakukan operasi pada anak anda. Sekarang anak anda telah selamat, ia bisa kembali berkabung.”

JANGAN PERNAH TERBURU-BURU MENILAI SESEORANG..
Tapi maklumilah tiap jiwa di sekeliling anda. Kita punya misi dan visi masing-masing yang berbeda.

Ada air mata di balik setiap senyuman.
Ada kasih sayang di balik setiap amarah.
Ada pengorbanan di balik setiap ketidakpedulian.
Ada harapan di balik setiap kesakitan.
Ada kekecewaan di balik setiap derai tawa.

Semoga bermanfaat agar kita menjadi manusia yang makin bijaksana dan bersyukur dengan apa yang telah TUHAN berikan dalam hidup ini.

INGAT, tiap manusia punya porsi dengan masalah masing-masing..

TERSENYUMLAH..
Senyum mampu membasuh setiap luka..

MAAFKANLAH..
Maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit..
Maafkan, tapi jangan lupakan, sebab yang tidak enak di hati, jadikan vitamin di saat kamu tak bersemangat.. Tapi jangan menyimpannya sebagai luka di hatimu..

Januari 04, 2012

TUKANG CUKUR


Cerita bagus nih J
Si tukang cukur bilang, “Saya tidak percaya Allah itu ada.”
“Kenapa kamu berkata begitu???” timpal si konsumen.
“Begini, coba anda perhatikan di depan sana, di jalanan… untuk menyadari bahwa Allah itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Allah itu ada,
adakah yang sakit??,
adakah anak terlantar??
Jika Allah ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Allah yang Maha Penyayang akan membiarkan semua terjadi.”
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si cukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, gimbal, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawatt.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, “Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”
Si tukang cukur tidak terima, “Kamu kok bisa bilang begitu??”.
“Saya disini dan saya tukang cukur, dan barusan saya mencukurmu!”
“Tidak!” elak si konsumen.
“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak aka nada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana,” si konsumen menambahkan.
“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur. “Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapamereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.
“Cocok!” kata si konsumen menyetujui. “Itulah point utama-nya!. Sama dengan Allah, ALLAH ITU JUGA ADA! Tapi apa yang terjadi.. orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”
Si tukang cukur terbengong !!!


Ada seorang tukang bangunan mendirikan sebuah tembok dengan batu bata, satu per satu bata itu dipasang, sebulan kemudian berdirilah sebuah tembok setinggi 4 meter dihadapannya. Si tukang berdiri di depan tembok sambil memandang mengagumi hasil karyanya, tapi tiba-tiba matanya melihat ada 2 bata yang keliru menyusunnya, semua batu abta sudah lurus, tetapi 2 batu bata tersebut tampak miring. Mereka terlihat jelek sekali, saat itu, semennya sudah terlanjur keras untuk mencabut 2 batu bata tersebut. Si tukang menjadi kesal. Sejak saat itu dia sangat membenci melihat tembok tersebut, dia melihat 2 batu bata yang miring tersebut telah mempengaruhi keseluruhan tembok tersebut menjadi jelek. Sampai suatu hari, ada seorang melewati tembok tersebut dan berkomentar “itu tembok yang sangat indah”. Si tukang menjawab dengan terkejut “Pak, apakah penglihatan anda terganggu? Tidaklah anda melihat 2 batu bata jelek yang merusak pandangan keseluruhan tembok itu?” Orang itu berkata “ya saya melihat ada 2 batu bata jelek itu, namun saya juga melihat 998 batu bata yang bagus, di sekeliling 2 batu bata yang jelek adalah batu bata yang bagus dan sempurna.”

Dalam kehidupan ini kita sering memutuskan suatu masalah dengan hanya memvonis kesalahan, tanpa mengabaikan kebaikan-kebaikan yang pernah ada. Mata kita hanya terfokus pada kekeliruan yang diperbuat, teman yang telah puluhan tahun menjadi musuh hanya perdebatan sehari, suami istri yang sudah bertahun-tahun membina rumah tangga berpisah hanya karena bertengkar sehari. Kita hanya melihat 2 batu bata yang jelek, pada kenyataannya ada jauh lebih banyak batu bata yang bagus. Begitu kita melihatnya, semua akan tampak tak terlalu buruk lagi.

Maafkanlah sesama, meski kadang tidak sepaham. Member damai pada orang berarti juga memberi kedamaian untuk diri kita sendiri.